Sebagian besar mahasiswa dan lulusan Universitas Terbuka (UT) bukanlah lulusan sekolah menengah yang baru memasuki dunia kerja, melainkan pendidik aktif yang sejak awal telah mengajar di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Karakteristik ini melekat kuat pada sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) UT yang dirancang untuk mendukung pembelajar dewasa (adult learners) agar tetap dapat meningkatkan kualifikasi akademik tanpa meninggalkan profesinya. Melalui fleksibilitas waktu, lokasi, dan mode belajar, PJJ UT memungkinkan terjadinya integrasi antara pengalaman profesional dan pembelajaran akademik. Oleh karena itu, hasil tracer study—termasuk waktu tunggu kerja, profil tempat kerja, dan tingkat kepuasan pengguna—perlu dipahami dalam konteks bahwa mayoritas lulusan tidak sedang mencari pekerjaan pertama, melainkan memperkuat, menata ulang, atau meningkatkan peran profesional yang telah dijalani.
- Waktu Tunggu Lulusan Mendapatkan Pekerjaan (2021–2025)

Berdasarkan data tracer study Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UT tahun lulusan 2021–2025, dari total 137 lulusan, sebanyak 38 lulusan berhasil mengisi Tracer Studyberkaianstatus kerjanya.
Temuan utamanya sebagai berikut:
- Sebanyak ±74% dari lulusan terlacak memperoleh atau telah memiliki pekerjaan dengan waktu tunggu kurang dari 6 bulan.
- Hanya 2 lulusan yang berada pada rentang waktu tunggu 6–18 bulan.
- 1 lulusan tercatat memiliki waktu tunggu lebih dari 18 bulan.
Pola waktu tunggu yang sangat singkat ini mencerminkan bahwa lulusan pada umumnya telah berperan sebagai pendidik sebelum lulus, sehingga kelulusan berfungsi sebagai penguatan dan legalisasi akademik. Temuan ini relevan dengan profil lulusan sebagai pendidik bidang pendidikan kimia dan pengelola pendidikan, yang memang dirancang untuk pembelajar dewasa dalam sistem pendidikan jarak jauh.
2. Profil Tempat Kerja, Wirausaha, dan Studi Lanjutan Lulusan (2021–2025)

Profil aktivitas lulusan setelah lulus menunjukkan pola berikut:
- 15 lulusan bekerja atau berwirausaha pada tingkat nasional / lembaga berbadan hukum, yang umumnya mencerminkan sekolah formal, yayasan pendidikan, atau institusi pendidikan yang lebih mapan.
- 8 lulusan bekerja atau berwirausaha pada tingkat lokal/wilayah atau usaha non-berbadan hukum, yang banyak ditemukan pada konteks sekolah swasta kecil, lembaga kursus, atau praktik pendidikan berbasis komunitas.
- Tidak terdapat lulusan yang tercatat bekerja pada skala multinasional/internasional dalam periode ini.
- 1 lulusan melanjutkan studi ke jenjang pendidikan berikutnya.
Data menunjukan, masih belum terdapat lulusan yang tercatat bekerja pada skala multinasional atau internasional pada periode ini. Namun, bedasarkan komunikasi langsung, terdapat alumni yang mendapatkan kesempatan bekerja sebagai tenaga pengajar di luar ngeri, diantaranya sebagai pengajar di negara Turki (info Desember 2025). Distribusi alumni tersebut selaras dengan profil lulusan yang diarahkan untuk berkontribusi langsung dalam ekosistem pendidikan, khususnya sebagai pendidik profesional dan pengelola pendidikan pada satuan pendidikan lokal dan nasional. Sementara itu, profil peneliti pemula tercermin sebagai kompetensi akademik yang mendukung praktik profesional lulusan, meskipun tidak seluruhnya teridentifikasi melalui indikator pekerjaan formal dalam tracer study.
3. Tingkat Kepuasan Pengguna terhadap Lulusan (Lulusan 2021-2024)

Berdasarkan hasil tracer study kepuasan pengguna lulusan Program Studi S1 Pendidikan Kimia Universitas Terbuka untuk tahun lulusan 2021–2025 dengan jumlah responden sebanyak 38 pengguna, seluruh aspek kompetensi lulusan dinilai berada pada kategori Baik dan Sangat Baik, tanpa adanya penilaian pada kategori Cukup maupun Kurang. Penilaian tertinggi pada kategori Sangat Baik terdapat pada kemampuan berbahasa asing (60,5%), diikuti oleh penggunaan teknologi informasi (47,4%) dan pengembangan diri (47,4%), yang mencerminkan karakter lulusan Universitas Terbuka sebagai pembelajar dewasa dalam sistem pendidikan jarak jauh yang mandiri, adaptif, dan literat teknologi.
Capaian pada aspek etika, keahlian pada bidang ilmu (kompetensi utama), kemampuan berkomunikasi, dan kerjasama, yang seluruhnya memperoleh penilaian Baik–Sangat Baik, menunjukkan bahwa lulusan telah memenuhi ekspektasi pengguna sebagai pendidik profesional bidang pendidikan kimia sekaligus memiliki kapasitas sebagai pengelola pendidikan yang mampu bekerja secara kolaboratif, bertanggung jawab, dan beretika dalam lingkungan kerja nyata.
Sementara itu, konsistensi penilaian tinggi pada aspek pengembangan diri menguatkan profil lulusan sebagai pembelajar sepanjang hayat. Hal ini menjelaskan adanya fondasi penting yang berdampak bagi penguatan peran peneliti pemula dalam konteks pendidikan, meskipun kontribusi tersebut tidak selalu tercermin dalam jabatan penelitian formal.
Secara keseluruhan, survei tracer menjelaskan bahwa lulusan Program Studi S1 Pendidikan Kimia Universitas Terbuka telah mencapai profil lulusan yang ditetapkan secara konsisten dan kontekstual. Tingginya kepuasan pengguna terhadap aspek etika, kompetensi keilmuan, kemampuan berkomunikasi, pemanfaatan teknologi, kerjasama, dan pengembangan diri menunjukkan bahwa lulusan berfungsi efektif sebagai pendidik profesional, memiliki kapasitas pengelolaan pendidikan, serta menunjukkan karakter pembelajar sepanjang hayat yang menjadi fondasi bagi penguatanperan peneliti pemula. Temuan ini menegaskan bahwa kompetensi lulusan relevan dengan kebutuhan nyata dunia kerja pendidikan dan mendukung efektivitas sistem pendidikan jarak jauh Universitas Terbuka dalam meningkatkan kualitas dan keberlanjutan profesional pendidik aktif.
